Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bahaya Kebiasaan Menggelitik Anak Usia Balita! Ini Penjelasannya

 menggelitik anak usia balita

Menggelitik anak usia balita - Melihat sang buah hati tertawa riang sungguh membuat kita bahagia ya moms. Sering kali kita sengaja menggelitiki sikecil agar ia tertawa kegelian. Menggelitik sering kali dianggap media bercanda bersama sikecil, tapi apakah boleh menggelitik anak usia balita?

Tahukah moms sebenarnya anak usia balita atau bayi tidak semuanya suka digelitik? Dengan kemampuan berkomunikasi yang masih terbatas, sikecil kesulitan mengungkapkan yang ia rasakan.

Menggelitik anak balita sebenarnya boleh-boleh saja asalkan tidak sampai membuat sikecil tidak nyaman. Saat sang buah hati sudah mencapai batas kemampuan menerima rangsangan. Moms harus memahaminya, jangan sampai terus terlena menggelitikinya.

Menurut beberapa peneliti, aktivitas menggelitik melibatkan sentuhan tubuh seseorang dengan cara yang membuat seseorang tertawa paksa dan tawa ini dianggap sebagai reaksi positif.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh The New York Times disebutkan dalam Anatomy of a Tickle Is Serious Business at the Research Lab, para peneliti setuju bahwa kegiatan menggelitik antara orangtua dan bayi dapat menjadi cara yang efektif untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang si Kecil, tetapi di lain pihak memiliki pendapat berbeda jika hal ini dilakukan secara kasar hingga membuatnya tidak nyaman.

Dr Richard Alexander, seorang profesor biologi dari University of Michigan, Ann Arbor mengatakan dalam artikelnya bahwa tertawa geli akibat gelitik bukan tanda anak senang seperti yang banyak diasumsikan. 

"Seorang anak akan menunjukan ketidaknyamanannya saat digelitiki dengan mengubah tawa riangnya menjadi tawa air mata," jelasnya.

Yuk moms, ketahui gestur anak saat digelitik dan dampaknya.

Tanda Anak Balita atau Bayi tidak Suka Digelitik

Sensitifitas anak saat digelitik berbeda-beda, jangan sampai niatnya untuk bercanda dengan sang buah hati malah berdampak buruk. Sikecil tidak mampu mengungkapkan ketidak nyamanan direkanakan masih terbatasnya kemampuan berkomunikasi. Akan tetapi, moms bisa mengetahui dari respon yang diberikan sikecil saat merasakan ketidak nyamanan. Berikut ini beberapa respon yang biasanya ditunjukkan sikecil saat merasa tidak nyaman.

  • Mengeluarkan air mata.
  • Memunculkan suara ketidaksukaan.
  • Mendorong tangan yang menggelitik agar menjauh.
  • Mencoba untuk berguling.
  • Merangkak untuk menghindar.
  • Tawa yang terlalu kuat saat digelitik bisa membuat napas bayi lebih berat dan terengah-engah.

Kapan Sebenernya Bayi Bisa Digelitik?

Secara umum menggelitiki bayi tidak ada batasan umur. Namun, moms apabila menggelitiki bayi lebih dari usia 6 bulan akan lebih baik. Karena biasanya pada usia tersebut sikecil sudah mulai bisa merespon kegembiraan dan ketidaksukaan dengan suara.

Meski tidak diketahui secara pasti apakah bayi memahami gelitikan dan pada usia berapa ia mulai mengembangkan rasa geli, penelitian menunjukkan bahwa bayi cukup sensitif terhadap sentuhan.

Pada usia di atas 6 bulan, bayi sudah dapat mengetahui secara akurat bagian tubuh mana yang disentuh orang lain. Namun, sensitivitas ini secara bertahap akan mulai memudar seiring pertambahan usia, sehingga gelitik tidak akan menjadi overstimulasi pada bayi di atas usia 6 bulan.

Dampak Menggelitik bagi Otak Balita atau Bayi

Menggelitik memunculkan reaksi sensorik yang kompleks melalui sentuhan. Hal ini dapat memberikan efek pada otak bayi. Saat menggelitik, umumnya sentuhan ini disertai dengan efek kejutan.

Otak kita sebagian besar dapat memprediksi respons terhadap suatu sensasi dan menanganinya dengan baik. Namun, ketika seseorang digelitik, sulit bagi otak untuk memprediksinya. Akibatnya, akan timbul sensasi geli yang mengagetkan. Bandingkan ketika kita menggelitik diri sendiri, tidak ada unsur kejutan, sehingga kita tidak merasa geli.

Sensasi geli setelah digelitik dikaitkan dengan mekanisme pertahanan tubuh yang mirip dengan rasa sakit atau gatal. Di mana hal ini berfungsi untuk memperingatkan orang tersebut. Pada kebanyakan orang, area kulit di atas perut, bawah lengan, dan telapak kaki biasanya paling sensitif ketika digelitik.

Mitos Menggelitik Bayi

Meski tampak menyenangkan, yuk ketahui dulu mitos-mitos seputar menggelitik bayi terhadap perkembangannya!

1. Menggelitik bayi dapat membantunya lebih cepat berbicara

Nyatanya, menggelitik bayi hanya akan memunculkan reaksi tawa. Menggelitik bayi secara lembut memang dapat meningkatkan bonding secara fisik, tetapi tidak dapat merangsang kemampuan berbicara bayi.

2. Menggelitik dapat menyebabkan bayi gagap

Tidak ada bukti kalau menggelitik dapat menyebabkan bayi gagap. Gagap dapat terjadi pada balita karena berbagai alasan, termasuk adanya riwayat genetik atau keluarga. Jadi, jika Mums menemukan adanya tanda-tanda bayi mengalami kegagapan, segera konsultasikan dengan dokter atau terapis bicara anak.

3. Menggelitik berfungsi sebagai latihan fisik untuk bayi

Menggelitik memang membuat seseorang tertawa. Tawa yang timbul ini dapat membakar kalori. Namun, kalori yang terbakar saat si Kecil tertawa tidak bisa disamakan dengan kalori yang keluar saat ia berolahraga karena jumlah kalori yang terbakar saat tertawa sangatlah sedikit.

Post a Comment for "Bahaya Kebiasaan Menggelitik Anak Usia Balita! Ini Penjelasannya"